Revenue Management : Rahasia Meningkatkan Pendapatan Startup

Ada gula, ada semut. Ada permintaan, ada penyedia.

Berkembangnya ekonomi Indonesia terlihat dengan semakin kompleks dan kompetitif market place kita saat ini. Rasanya baru sebentar metode pembayaran e-toll di berlakukan, muncul permintaan kemudahan dalam men-swipe kartu e-toll tersebut, selang beberapa minggu lahirlah tong toll. Penjual tong toll berjamur di pasar, online shop bahkan hingga ke pedagang asongan. Ketepatan dalam menangkap permintaan dan merealisasikannya membuahkan hasil pendapatan usaha yang maksimal. Penerapan ini di namakan Revenue Management (Managemen Pendapatan).

Management Pendapatan adalah menjual produk yang tepat, untuk pelanggan yang tepat, di jalur distribusi yang tepat, dengan harga yang tepat.

Managemen Pendapatan paling banyak di terapkan di industri besar seperti Penerbangan dan Perhotelan. Bahkan ada divisinya sendiri khusus mengolah managemen pendapatan dalam sehari-hari. Suatu pengaturan serba tepat agar semua efisien untuk mencapai hasil yang maksimal. 

Dengan management pendapatan Anda bisa menaikkan pendapatan usaha dua kali lipat bahkan lebih.

Managemen Pendapatan di Perusahaan Startup

Kalau perusahaan besar punya banyak resource untuk menjalankan divisi khusus managemen pendapatan, lalu bagaimana caranya perusahaan startup bisa serba tepat dalam melakukan managemen pendapatan ?

Jawabannya adalah DATA. Company’s most valuable asset is their data.

Pencatatan transaksi perusahaan yang baik dan valid (benar) dapat di olah menjadi suatu informasi dalam melakukan management pendapatan. Data yang di olah dengan baik dapat menjadi asset berharga untuk perusahaan.

Berikut adalah beberapa pengaturan yang dapat anda terapkan dalam menjalankan managemen pendapatan pada perusahaan startup.

Segmentasi pasar  

Market place yang kompetitif dan kompleks dapat di atasi dengan menguasai segmentasi pasar konsumen anda. Segmentasi pasar memungkinkan anda untuk memasangkan berbagai kelompok konsumen yang memiliki perilaku pembelian berbeda, dengan produk anda yang sesuai kebutuhan dan budget mereka. Dengan ini, tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya cakupan kelompok konsumen usaha anda lebih dari satu, sehingga dapat di manfaatkan secara maksimal untuk menaikkan pendapatan usaha anda.

Contohnya anda memiliki usaha startup homemade customised cake, konsumen anda bisa berasal dari perempuan maupun laki-laki, keperluan individu maupun korporasi. Cara membeli dan melakukan pertimbangan dalam pembelian antara satu segmen konsumen dengan konsumen lainnya pasti berbeda, walaupun kebutuhan mereka bisa jadi sama. Dengan segmentasi yang tepat, cara penjualan pun dapat di maksimalkan sesuai konsumennya. Seperti halnya konsumen korporasi, anda bisa menawarkan program pembelian grosir dengan kontrak vendor berjangka, terutama untuk musim corporate event seperti halal bihalal, saat hari raya, hingga acara penutup tahun kantor. Untuk konsumen individu muda produktif yang memiliki mobilitas tinggi, anda bisa menawarkan pembelian dengan diskon khusus melalui mobile online platform tertentu (seperti diskon pada app Lazada).

Di bawah ini  contoh penjualan dengan segmentasi pasar yang Anda dapat telaah lebih jauh sesuai dengan jenis usaha anda.

  • Penjualan dari Akses Publik
    • Langsung datang ke toko, hubungi via telepon , dan email
    • Online dari Website perusahaan
    • Sosial media (instagram atau facebook)
    • Online Market Place (Tokopedia / Bukalapak / Lazada)
  •  Penjualan dari Promosi
    • Event (buka stand)
    • Market place untuk deal of the day (Groupon / Fave)
    • Situs keanggotaan kolektif (guavapass)
  • Penjualan Grosir
    • Program penjualan kloter besar atau kontrak jangka panjang dengan harga spesial
  • Pembelian dengan program Barter
    • Tukar produk dengan perusahaan dalam industri yang berkaitan untuk dapat saling membantu.

Dengan segmentasi anda bisa tahu persis tipe konsumer mana yang paling menghasilkan, melalui mana mereka membeli produk anda, hingga sampai promo apa yang paling menghasilkan.

Demand Calendar

Demand calendar adalah kalender rencana tahunan berisi peta strategi penerapan harga produk dan promosi untuk managemen pendapatan sesuai permintaan. Permintaan bisa mengikuti data history tahun lalu ataupun suatu “musim” yang umum untuk lini usaha anda. Pastikan anda memasukkan tanggal atau musim tertentu yang mempengaruhi permintaan terhadap produk anda. Tentukan kapan tanggal merah, kapan musim liburan sekolah, musim pernikahan, hari kemerdekaan, hari ibu, hari bapak dan banyak lagi.

To be ahead is to get ahead.

Membuat perkiraan kedepan bisa membuat anda lebih antisipasi dan maksimal dalam menjalani usaha.

Musim permintaan tinggi pastikan produk anda tersedia, terlebih lagi tersedia sesuai target penjualan maksimum. Pada musim penjualan rendah, anda bisa menerapkan harga produk diskon untuk tetap menarik penjualan.

Sepertinya sepele, tapi coba lihat ilustrasi di bawah ini.

Dengan rencana kalender permintaan, perusahaan startup anda dapat meraup kesempatan pasar secara maksimal.

Strategi Penentuan Harga

Selaras dengan Demand Calendar, penentuan harga produk sangat berpengaruh terhadap managemen pendapatan. Jangan pasang harga terlalu tinggi sehingga konsumen ke kompetitor anda, namun juga jangan pasang harga terlalu rendah sehingga anda kehilangan margin keuntungan. Kapan anda menerapkan harga diskon, kapan anda bisa menaikkan harga saat permintaan sudah berlebih. Dalam penentuan harga, anda mengemas masing-masing produk dengan harga yang terbaik untuk diterima pasar, sehingga cakupan pendapatan menjadi maksimal.

Sangat penting untuk anda terapkan pricing strategy setelah anda membuat demand calendar agar match antara harga dan permintaan.  

Yuk lihat, ini adalah contoh penerapan demand calendar dengan strategi harga. Masih dengan contoh yang sama yaitu usaha homemade customized cake. Anda bisa terapkan tabel ini sesuai dengan usaha anda sendiri. 

Semakin banyak event atau kejadian semakin besar peluang untuk di pasarkan atau bahkan menaikan harga karena estimasi permintaan akan tinggi. Tinggal kita telaah lebih jauh, kejadian tahunan mana yang dapat memberikan pengaruh baik maupun buruk terhadap penjualan usaha. Sehingga anda dapat menyesuaikan promo produk anda dengan tepat.

Laporan Keuangan yang Valid

Terakhir dan tentunya yang paling penting adalah Laporan keuangan yang valid. Seperti yang sudah di sampaikan di awal tulisan ini. Data adalah aset penting perusahaan startup to get ahead dan membuat keputusan usaha yang signifikan.

Tahap ini merupakan penentu dalam menjalankan managemen pendapatan yang sudah anda terapkan sebelumnya yaitu Segmentasi Pasar, Demand Calendar dan Strategi Harga. Dalam tahap ini seluruh langkah dan transaksi di susun dengan baik sehingga menjadikan laporan yang benar untuk anda dapat mengambil keputusan.

Apa saja yang harus ada di dalam laporan keuangan anda ?
1. Kekayaan Perusahaan 
    • Dimana anda bisa memastikan aliran uang anda tidak bocor
      2. Hutang kepada supplier
    • Apakah supplier anda memberikan harga yang terbaik di pasar? Atur pembayaran hutang kepada supplier jangan sampai menunggak dan mengganggu pergerakan usaha anda.
3. Piutang pelanggan
    • Pastikan jangan sampai ada yang belum bayar dan tidak tertagihkan karena terlewat.
4. Pendapatan dan Pengeluaran Usaha
    • Seberapa efisien usaha anda dan ini menentukan harga jual.
5. Cashflow Perusahaan
    • Apakah banyak dana anda tertahan di supplier maupun pelanggan? sehingga anda sulit bergerak dan mengembangkan usaha.

 

Perkembangan pasar bergerak cepat, sebaiknya data laporan keuangan harus ada perbulan bahkan bisa perhari. Sebagai pengusaha kita harus terus awas dan mengetahui data perusahaan secara update. Jangan sampai anda mengambil keputusan terhadap data yang sudah tidak relevan atau istilahnya sudah menjadi berita basi.

Pastikan tim keuangan anda mengerjakan dengan baik dan tepat waktu. Apabila anda ingin tim perusahaan anda tetap ramping namun bagian keuangan tetap bekerja secara maksimal, kami dari Proyek Beta memperkenalkan program virtual Chief Financial Officer. CFO virtual yang mahir di bidang keuangan dan perpajakan, siap menjadi bagian dari tim startup anda sehingga anda bisa fokus di managemen pendapatan usaha anda.

Demikian pemaparan tentang Management Pendapatan untuk startup, semoga dapat bermanfaat dan di terapkan segera. Nantikan blog post selanjutnya dari Proyek Beta.

Have a wonderful day 🙂



× Let's chat